Sabtu, 04 Juli 2009

PILPRES Sebuah Kegamangan Politik Negeriku

Beberapa hari lagi PILPRES akan berlangsung dan hanya menunggu hari. Dari ketiga calon yang mengunggulkan diri masing-masing, terlihat sekal program yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan program-program yang pernah ditawarkan oleh beberapa pasangan capres yang maju untuk merebut TAHTA RI 1 dan RI 2 sejak Reformasi di negeri ini bergulir. Dan setiap kali pula, janji-janji yang diucapkan hanya tinggal sebuah janji tanpa mampu memberikan hasil maksimal bagi kepentingan dan kemaslahatan rakyat.
Hukum tetap menjadi satu bagian yang tidak tersentuh secara maksimal - kalau tidak ingin dikatakan ditinggalkan- dari berbagai pilihan seperti politik dan ekonomi. Dan, hukum seakan hanya menjadi semacam alat bagi legitimasi kekuasaan dan kepentingan ekonomi sesaat belaka.
Padahal, berbicara mengenai kehidupan ketatanegaraan, maka HUKUM adalah sebuah pilihan mutlak untuk dijadikan PANGLIMA. Ketika HUKUM hanya menjadi sub ordinasi dari politik dan atau eknomi, maka percayalah bahwa KEJAYAAN suatu bangsa hanya akan tinggal cerita belaka.
Cukup sudah Orde Lama yang menjadikan POLITIK sebagai PANGLIMA terkubur dalam ingatan dan kenangan sejarah belaka dan menjadi pelajaran belaka.
Jangan diulangi kembali Orde Baru yang menjadikan EKONOMi sebagai PANGLIMA dan biarkan terkubur bersama Para Pahlawan Reformasi yang telah mengorbankan jiwa dan raganya.
Kini, saatnya HUKUM mengambil peran sebagai PANGLIMA. Tapi mungkinkah hal ini terjadi?
Atau ini semua hanya Mimpi Belaka......
Catatan ini tidak ingin mendiskreditkan masing-masing capres yang maju dalam PILPRES 2009 ini, tapi hanya sekedar pikiran sesaat anak bangsa yang melihat carut marut politik di negeri ini sudah berada pada titik nadir yang kemungkinan besar akan membawa bangsa ini "MATI SURI".....
PEACE.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar